Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Sunday, May 8, 2016

Ramai Pilkada DKI, Anak Risma Dicabuli Oleh Tetangganya Sendiri

Tidak perlu diragukan lagi bahwa karir politik Risma Tri Rismaharini semakin melejit di kancah politik Indonesia. Walikota Surabaya ini terus melakukan berbagai perbaikan-perbaikan di Surabaya baik itu infrastruktur maupun birokrasi. Selain itu sikap tegasnya sering tersorot kamera. Bahkan tidak jarang, Risma sering marah-marah pada orang-orang yang dianggap lalai dalam membangun Surabaya. Selain sikap tegasnya tersebut, Risma juga dikenal sangat down to earth, beberapa kali dirinya langsung terjun ke daerah-daerah kumuh di Surabaya.

Menjelang Pilkada DKI, Anak Risma Dicabuli Oleh Tetangganya Sendiri

Selain sangat happening mengenai figurnya sebagai walikota Surabaya, Risma juga sedang hot-hotnya diberitakan sebagai kandidat kuat calon gubernur DKI Jakarta. Menjelang pilkada DKI tahun 2017 mendatang, Risma digadang-gadang bakal diusung oleh PDIP dan akan menjadi kompetitor paling kuat dalam melawan Ahok.

Figur Risma ini juga sangat menarik tidak hanya di dunia politik namun juga di dunia kriminal. Jika mendengar nama Risma pasti orang-orang akan langsung engeuh terhadap figur tegas seorang Walikota Surabaya. Sedikit flasback, beberapa waktu silam terjadi pencabulan terhadap anak dari seorang figur bernama Risma berikut dikutip dari Karawangnews. com:

Balita bernama Cinta, (4), putri pertama pasangan Nata (30) dan Risma (28), warga Dusun Bojongkarya 1 RT 06/01, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, terpaksa dilarikan ke rumah klinik setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Cinta diduga menjadi korban pencabulan oleh M,  tetangganya sendiri.

"Putri kami mengeluh kesakitan sesudah buang air kecil, kami baru tahu kejadian begini (diduga dicabuli) karena putri kami sendiri yang mengaku dan bilang sudah diperdaya oleh M," kata Nata diamini Risma, ditemui Jumat (11/3/2016).

Kata Nata, penasaran dengan pengakuan putrinya tersebut, bersama Risma, ia pun langsung melarikan Cinta ke klinik yang di sekitar desanya untuk mencari kebenaran pengakuan putri semata wayangnya itu.

"Sudah kami visum, setelah itupun kami langsung melaporkan M ke Polres Karawang melalui unit PPA," jelasnya.

Menjawab pertanyaan, Nata mengatakan masih belum mendapatkan informasi resmi dari polisi mengenai pengamanan pelaku yang diduga sudah mencabuli putrinya.

"Kami masih belum dapat kabar kelanjutan laporan kami. Tapi kami brrharap, polisi segera brrtindak sebelum jatuh korban lain," pinta Nata dan Risma.

Sementara, Camat Rengasdengklok, Asep Wahyu,  meminta agar laporan korban segera ditindaklanjuti oleh tim PPA Polres Karawang sehingga bisa terungkap kebenaran dugaan pelaku pencabulan terhadap balita ini.

Monday, April 25, 2016

Jokowi Mau Gampar Pejabat Gara-gara Sulitnya Sistem Perizinan

Ada cerita yang cukup menarik ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Jerman untuk kerjasama ekonomi, bisnis dan investasi pada 17 dan 18 April kemarin. 

Jokowi Mau Gampar Pejabat Gara-gara Sulitnya Sistem Perizinan

Cerita tersebut dilontarkan Presiden ketika menyempatkan diri ke Duta Besar Indonesia di Jerman, Fauzi Bowo. Fauzi sendiri pernah bersaing bersama Presiden Jokowi dalam Pilkada Jakarta beberapa tahun lalu. 

Meski pernah berseteru, Fauzi menyambut presiden Jokowi dengan hangat. Dalam pidato singkatnya dihadapan beberapa warga Indonesia, Jokowi menceritakan suka dukanya menjabat sebagai Presiden. 

Salah satu yang menarik adalah ketika Jokowi mau gaplok seorang pejabat karena sulit mendapat izin. Bagaimana tidak geram, perizinan yang diajukan warga masih belum bisa dirampungkan dalam waktu sampai 6 tahun.

Sumber: infospesial.net
Lihat videonya disini:

Saturday, April 16, 2016

GEGER!!! Panas Pencalonan Gubernur, Ahmad Dhani ‘DIBUNUH’


Menjelang pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2017 yang akan datang gejolak politik semakin memanas. Kali ini korban terbarunya adalah Ahmad Dhani, pentolan band Dewa yang digadang-gadang merupakan kandidat terkuat menggeser kepemimpinan Ahok. Seperti kita ketahui bahwa Ahmad Dhani memiliki karakter frontal seperti salah satunya mengomentari  tentang kasus korupsi yang melibatkan gubernur DKI Jakarta, Ahok.

“Pak Joko… Kalo BPK “Ngaco” sperti kata Ahok…bubarkan saja….atau bubarkan mulut Ahok…antara itu deh,” tulis Ahmad Dhani di akun @AHMADDHANIPRAST.

“So Mr President… mana yg mau di bubarkan. BPK Ngaco Nipu (seperti kata ahok)… apa mulutnya ahok yg di bubarkan???,” sambungnya pada postingan kedua.

Namun karena karakternya yang frontal tersebut banyak pihak yang ingin ‘membunuh’ Ahmad Dhani.  ‘Membunuh’ disini berarti mematikan karakter seorang Ahmad Dhani yang dikenal lantang dalam menyuarakan aspirasi. 

Dikutip dari laman lintangfairus.web.unej.ac.id yang menyatakan bahwa banyak sekali pihak yang ingin ‘membunuh’ karakter seorang Ahmad Dhani. Bahkan Ahmad Dhani sering melakukan berbagai klarifikasi didalam acaranya terbarunya di stasiun televisi. Bahkan beberapa waktu silam bahkan Ahmad Dhani sendiri mengaku banyak pihak yang ingin mematikan karakternya tersebut.

"Saya sudah biasa, banyak yang ingin bunuh karakter saya. Tapi saya nggak mati-mati tuh karakternya. Yang kasihan adik saya, kakaknya kan di-bully," ucapnya dikutip dari showbiz.liputan6.com.

Saturday, November 7, 2015

1 Milliar Anggaran Kongkalingkong Jokowi dengan Gedung Putih

1 Milliar Anggaran Kongkalingkong Jokowi dengan Gedung Putih

Eganews.com - Lawatan Jokowi ke Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu terus menuai polemik, salah satunya adalah soal lobi politik yang dilakukan pemerintah Indonesia agar bisa masuk ke gedung putih. Disebutkan bahwa untuk bisa mensukseskan lawatannya di Amerika, termasuk komunikasi politik dengan petinggi-petinggi gedung putih, pemerintah Indonesia mengeluarkan dana US$ 80.000 hanya agar Jokowi bisa ‘kongkalingkong’ dengan gedung putih.

Dr Michael Buehler,  dosen Ilmu Politik Asia Tenggara di School of Oriental and African Studies, membeberkan skandal diplomasi tersebut melalui artikel "Waiting In The White House Lobby", (06/11/15) di situs New Mandala. Perlu diketahui bahwa situs ini berisikan  persfektif dan analisis politik di Asia Tenggra, yang didirikan oleh Profesor Andrew Walker dan Dr Nicholas Farrelly dari Coral Bell School of Asia Pacific Affairs, Australian National University.

Dalam artikelnya menuliskan bahwa pemerintah Indonesia menggunakan jasa konsultan singapura untuk memuluskan lawatan Jokowi di Amerika Serikat. Konsultan tersebut membayarkan uang sebesar US$ 80.000 atau setara 1,08 milliar agar Jokowi dan staf nya bisa mendapatkan akses langsung ke gedung putih. Perlu diketahui bahwa lawatan pemerintah Indonesia tersebut menandai kunjungan resmi pertama seorang Presiden Indonesia ke Amerika Serikat dalam 10 tahun terakhir. 

"Mengapa konsultan Singapura membayar 80 ribu dolar AS kepada sebuah perusahaan PR di Las Vegas untuk menjadi juru lobi pemerintah Indonesia?" tulis dalam artikel tersebut.

Lebih lanjut Buehler mengutip mengutip dokumen publik Kementerian Kehakiman AS per 17 Juni 2015. Dokumen itu menyatakan bahwa konsultan Singapura, Pereira International PTE LTD, telah menyepakati kerja sama dengan R&R Partners Inc, pelobi asal Las Vegas, AS, senilai US$80.000.

Sementara itu di lain tempat, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan, membantah kabar bahwa pertemuan Jokowi di gedung merupakan hasil lobi dengan PR di Las Vegas. 

"Tidak ada urusan Kemlu dengan pelobi-pelobi di Amerika sana. Kunker Presiden kemarin itu adalah atas undangan Presiden Obama. Tidak ada urusannya dengan lobbyist," jelasnya, Sabtu, 7 November 2015.

Monday, June 8, 2015

Kadisdik Akui UN Hari Pertama SMP di Kota Bogor Kacau



BOGOR - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah akui adanya kekacauan pada Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor, Senin (05/5/14).

Dalam penyusunan pertanyaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dinilai tidak profesional. Bahkan, bisa merugikan dan dapat juga menguntungkan peserta UN.

Kekacauan itu terlihat pada lembaran soal nomor 18 dan 38. Dalam nomor urut tersebut, tidak ada pertanyaan yang akan dijawab oleh para peserta UN.

Begitu juga dengan lembaran pertanyaan nomor 39 hingga nomor 49. Dalam lebaran pertanyaannya, ada yang sama dengan peserta paket yang lainnya.

Kendati Begitu, Fetty memastikan bahwa kekacauan tersebut sebenarnya dapat diatasi, apabila pengawas maupun kepala sekolah dengan cermat membaca petunjuk sampul soal pada point terakhir.

“Dengan tidak adanya pertanyaan pada nomor urut 13 dan 38 itu, kita akan melaporkannya ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Kadisdik.

Begitu juga dengan pertanyaan mulai dari nomor 39 hingga 49, lanjut Fetty, pengawas juga harus membuat berita acaranya. Karena, nantinya bisa merugikan peserta UN.

“Jadi, masalah tersebut sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Karena, kami juga tidak mau para peserta UN SMP di Kota Bogor dirugikan,” tandas Fetty.

Untuk itu pihaknya sudah menyarankan kepada pengawas ujian, bagi yang tidak memiliki lembaran pertanyaan pada nomor 13 dan 38 untuk dikosongkan saja alias tidak di jawab. Akan tetapi, harus dibuat berita acaranya.  (Aldi)

Pasangan Selingkuh di Bogor Digrebeg Warga


BOGOR - Pasangan selingkuh HN (24) dan IM (26) warga Kp. Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor, di grebeg warga, Senin (05/5/14). Keduanya di garuk saat tengah berbuat mesum layaknya suami istri, di rumah HN ketika suaminya sedang bekerja.

HN yang tengah mengandung anak kedua mengaku pertama kali ketemu IM melalui jejaring sosial Facebook sekitar satu bulan lalu. Setelah keduanya saling tukar nomor kontak, hubungan merekapun berlanjut menjadi hubungan asmara.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Wasino Alqorin mengungkapkan, pelaku IM merupakan pelayan rumah makan di jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor.

“IM sendiri adalah warga Bekasi yang mengontrak di  Kp. Ranca Bungur, Desa Pasir Gaok, Kabupaten Bogor,” ungkap Kapolsek.

Dari pengakuan keduannya, lanjut Wasino, sudah sebulan terakhir ini mereka sering ketemu di rumah HN saat suaminya sedang berangkat kerja.

Seringnya pertemuan yang mereka lakukan, paparnya, mengundang kecurigan warga, hingga akhirnya mereka digrebeg saat keduanya tengah melakukan hubungaan intim.

“Keduanya kita amankan di mapolsek untuk menghindari kemarahan warga,” katanya.

Untuk selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan pihak polsek ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota untuk pemeriksan lebih lanjut. (Aldi)

Ngaku Salah, Panpel PSB Minta Maaf Kepada Wartawan

BOGOR- Panitia Pelaksana (Panpel) Divisi I PSSI menyampaikan permohonan maaf atas perlakukan sejumlah panpel yang melarang wartawan untuk mengabadikan pada pertandingan putaran pertama antara PSB Bogor dan Perserang, Serang pada Jumat (02/05/14) kemarin.

Permohonan maaf disampaikan langsung oleh ketua Panpel Iwan Kurniawan, yang didampingi Manajer PSB, Eri Kusmar dan Penasihat Panpel Rizal Barnadi dihadapan sejumlah wartawan media cetak dan online lokal Bogor, Sabtu (03/5/14) kemarin.

“Kami atas nama seluruh panitia penyelenggara menyampaikan permohonan maaf atas insiden kemarin,” ujar Iwan.

Dikatakan Iwan lebih lanjut bahwa insiden tersebut adalah sebuah kesalahpahaman akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan pihaknya.

“Ini hanya miss komunikasi, dan sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf kepada semua awak media yang meliput kegiatan kemarin,” katanya.

Pembina Rizal Barnadi menambahkan, bahwa pihaknya berjanji akan mengantisipasi dengan menjalin komunikasi dan berkoordinasi dan seluruh awak media peliput kegiatan tersebut, agar peristiwa serupa tidak lagi terulang.

“Jika kedepan ada lagi perlakuan yang tidak berkenan dari panpel, harap segera memberitahukan kepada kami,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer PSB, Eri Kusmar menyampaikan bahwa pihaknya tak ingin persoalan ini terus berlanjut. Menurutnya, hal itu akan berdampak terhadap Tim Laskar Pakuan.

“Saya yakin, kita semua berkeinginan sama untuk mebesarkan nama PSB. Untuk itu, kami harapkan kerjasama antara PSB dan wartawan terus terjalin dengan baik, pungkas Eri.(Aldi)



Drainase Buruk, Turap Batutulis Mansion Abrol Timpa 8 Rumah Warga



BOGOR - Diduga akibat darainase buruk, turap setinggi 10 meter dengan bentangan panjang 20 meter milik perumahan Batutulis Mansion, pada Jumat (2/5/14) malam, ambruk. Akibatnya material menimpa delapan rumah warga yang berada tepat dibawahnya.

Peristiwa terjadi sekira pukul 19.30 WIB, akibatnya material berupa puing tembok serta tanah menimpa delapan rumah warga yang berada tepat dibawahnya.

Dua rumah warga yang berlokasi di RT 04/08 Kelurahan Batutulis Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ini, mengalami rusak parah di bagian belakang. Sementara enam rumah lainnya mengalami retak-retak pada dinding tembok.

Dituturkan salah seorang pemilik rumah Gwan Cin (60), kejadian berawal saat dirinya tengah mengecek sejumlah ruangan di rumahnya yang bocor karena hujan deras. Tiba di lantai atas terdengar suara gemuruh dari belakang rumahnya.

Sontak, kala itu Gwan pun memerintahkan seluruh keluarganya untuk berlari menuju keluar rumah. Selang berapa lama, tak ayal tembok dapur miliknya jebol bersama dengan material puing dan tanah.

“Saya lari, lalu menghampiri anak-anak dan memerintahkan untuk lari ke luar rumah. Tak lama dalam hitungan detik dapur rumah jebol,” ujarnya.

Sejumlah keluarga telah dievakuasi untuk mengungsi ke kerabat keluarga terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai hingga puluhan juta rupiah.    (Aldi)

Bupati Ditangkap KPK, Wabup dan Sekda Bogor Sementara Ambil Alih Kebijakan



BOGOR - Penahanan Bupati Bogor, Rahmat Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdampak pada roda pemerintahan di Kabupaten Bogor.  Saat ini pemegang kebijakan sementara diambil alih oleh wakil bupati, Nurhayanti dan sekretaris daerah (Sekda) Adang Suptandar.

Juru Bicara Bupati Bogor, Erwin Suriana mengatakan saat ini status kepemimpinan sendiri masih tetap ada bupati dan wakil Bupati. Namun kebijakan saat ini dipegang oleh Nurhayanti.

“Kami akan melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan Kemendagri terkait roda pemerintahan,” jelasnya kepada wartawan di depan kantor bupati, Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat (09/05/2014).

Hingga saat ini penggeledahan oleh tim penyidik KPK masih berjalan. Sudah lebih dari 9 jam penyidik KPK melakukan penyelidikan di kantor bupati dan di kantor dinas Tata Ruang dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.

Penggeledahan ini sempat membuat pelayanan publik terganggu. Beberapa warga sempat kembali lagi karena adanya penggeledahan. Namun pihak pemkab mengklaim semua pelayanan berjalan normal

“Pelayanan masih tetap berjalan kok,” tukasnya.  (Aldi)

BPLH Karawang Rencanakan Pembangunan Pro Rakyat Di Pesisir Pantai Karawang


Karawang - Dalam rangka menyambut hari lingkungan hidup sedunia, BPLH Kab Karawang, pada Kamis 5 Juni 2014 diruang audiotorium lantai dua gedung BPLH Kab Karawan menyelenggarakan kegiatan sacral ‘tasyakkuran’ dan pemotongan belah tumpeng (nasi kuning).

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, BPLH membahsa poin-poin urgen terkait dengan program kegiatan ke depan. Materi pembahasan ini tidak  jauh dari  tema  inisiatif  yang diamanatkan oleh pihak Menteri Lingkungan Hidup Pusat. Oleh karena itu, BPLH Kab Karawang meliris tema kegiatannya mengacu pada tema yang sudah disajikan oleh pemerintah pusat, yaitu “satukan langkah, lindungi ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim”.

Tema ini, oleh BPLH ditengarai, sangat relevan dengan situasi geografi negeri Indonesia. Dimana secara demografis, negeri ini terdiri 13.466 kepulauan, luas panjang pesisir 95.181 km. luas panjang pesisir ini memiliki tinjauan strategis, mengandung sumberdaya alam yang sangat potensial. Terkandung di dalamnya, sekitar 14 % trumbu karang dunia, 27 % hutan mangru dunia , dan 25 % ikan dunia.

Keberadaan negeri Indonesia menjadi terkenal sebaga negeri yang disebut Marine Mega Biodiversitas terbesar di dunia. Karena memiliki 8.500 spisis ikan, 555 spisis rumput laut, dan 950 spisis biota trumbu karang.

Menurut Asep, selaku sekretaris BPLH Kab. Karawang, menyatakan, Kota Karawang merupakan zona kawasan Indonesia yang memiliki wilayah pesisir pantai yang potensial. Karawang harus dikelola dengan optimal bagi kemakmuran rakyat dengan cara pelestarian lingkungan, dan sekaligus menjaga perlindungan dari berbagai kerusakan lingkungan  yang menyebabkan menurunnya potensi”.

Lebih lanjut, Asep berkomentar, “Konsep pembangunan yang akan dilakukan adalah pembangunan berkelanjutan dengan cara pengelolaan dan pemanfaatan yang dapat  mensejahtrakan masyarakat, dengan demikian pembangunan ini mampu menyeimbangkan ekonomi dan social rakyat di satu sisi dan tata lingkungan yang lestari di sisi lainnya”.

Jadi, Pemerintah Kab Karawang melalui BPLH  merencang setrategis kebijakan pembangunan di wilayah pesisir ini lebih pada pro job, pro poor, pro growth, dan pro envirounment, mendukung peluang kerja, mendukung rakyat kecil, mendukung pertumbuhan ekonomi social budaya, dan mendukung pemberdayaan masyarakat secara universal”.





Jadikan Lumbung Pemenangan Jokowi-Jk

Karawang - Dilapangan Karang Pawitan Karawang, hari ini Kamis, 4 Juni 2014, pukul 13.00 sd selesai para partai koalisi dari partai PDIP, PKB, Hanura, Nasdem, PKPI, dan elemen masyarakat penghusung JOKOWI-JK berkumpul mengadakan DEKLARASI pemenangan pilpres JOKOWI-JK.

Tampil dalam lapangan tersebut, anggota DPR RI dari partai PDIP, H. Tono Bahtiar, yang akrab dipanggil Jiton, Ketua partai PKB Kab Karawang, Ustadz Jamakhsyari, yang juga akrab dipanggil nama Kang Jimi, , Karda (Ketua partai PDIP Karawang), Sunarno ( Ketua partai Nasdem Karawang), bebarapa jajaran  lainnya dari pengurus partai penghusung  JOKOWI-JK dan beberapa elemen masyarakat relawan, yang terdiri dari tokoh ulama, masyarakat, pemuda, kelompok nelayan, GP Ansor, Banser, Laskar  Merah Putih, Joman, SPSI bersama-sama berkumpul ngariung di halamat Karang Pawitan Karawang untuk melakukan deklarasi bersama.

Jiton,  sebagai anggota tim kader pemenangan JOKOWI tingkat pusat, menegaskan, :” Kami, untuk kabupaten Karawang ini menargetkan 70% suara untuk suara JOKOWI-JK dari lapisan internal dan relawan. Kita sudah punya basis masa politis tingkat kecamatan se-kabupaten Karawang”.  Demian pernyataan ini dengan tegas saat Jiton.

Hal yang sama ditegaskan Jimi, sebagai Ketua partai PKB Kab Karawang,  partai yang berkoalisi menghusung JOKOWI -JK, dengan nada dan intonasi vocal yang meluap-luap dan bersemangat, ia mengatakan, “Pemilihan JOKOWI-JK adalah tepat  untuk kita dukung”. Lebih lanjut dikatakannya, “Saya memohon doa dan dukungannya kepada para ulama dan kiayai nahdhiyyin yang saat ini hadir untuk bersama sama, pada saat bulan Ramadhon nanti, memilih Jokowidodo dan H. Yusuf Kalla untuk tampil menjadi pemenang  sebagai presiden di  republik yang kita cintai ini”.

Hj. Arjetti, tim sukses Jurkam pemenangan JOKOWI-JK tingkat pusat dari partai PKB, juga menyatakan, “Negri ini sakinah, aman, damai dan sejahtera, karena dipimpin oleh pemimpin yang tepat”. Lebih lanjut dikatakan, “Bapak Jokowi dan Yusuf Kalla adalah sosok pemimpin yang tepat untuk memimpin bangsa ini menjjadi sakinah”. (ubes)
















Akibat Kebijakan Pengembang, Ribuan PKL Kehilangan Mata Pencaharian

Karawang - Setiap minggu pagi, ribuan PKL memadati jalan raya Galuh Mas yang berada di kecamatan Teluk Jambe Timur. Kegiatan pasar kaget mingguan ini telah berlangsung sejak 4 tahun lalu. Namun kegiatan perdagangan yang banyak melibatkan para pengusaha kecil ini dianggap pihak pengembang PT. Galuh Mas, sangat mengganggu jalur transportasi. Sehingga memacetkan para pengguna jalan di sepanjang jalan raya yang berada di komplek perumahan tersebut.

Awalnya keberadaan PKL masih sangat sedikit, hanya berada pada kisaran seratusan pedagang. Namun hingga pertengahan 2014, para pedagang yang mencoba mengadu nasib terus  bertambah hingga mencapai ribuan pedagang. Perumpamaan ini laksana jamur di musim hujan.

Menurut salah seorang PKL yang biasa di panggil Uda, para PKL yang mangkal mayoritas berasal dari luar Karawang. “Para PKL yang mangkal di bilangan jalan raya Galuh Mas ini umumnya tidak hanya berasal dari wilayah Karawang, tetapi kebanyakan berasal dari luar,  seperti Purwakarta, Subang, Cikarang, Tambun, Bekasi, bahkan ada juga yang datang dari Depok, Bogor, Jakarta, Cirebon dan Bandung”, kata pedagang kelahiran sumatera barat ini.

Pada awal pembangunannya, suasana komplek perumahan galuh mas, terasa sepi jauh dari keramaian. Jumlah perumahan dan penghuninya pun masih jarang. Ruko dan rukan belum terbangun. Sementara pasar dan supermarket juga belum berdiri.

Menurut salah satu sumber yang dapat di percaya, dalam rangka meramaikan suasana, pihak developer dengan kreatif dan inovatif mencoba menjalin kerja sama dengan pihak lain, dalam hal ini pengembang menunjuk CV. SORAN, salah satu EO yang biasa membidangi pasar kaget. CV. Soran kemudian memiliki otoritas dalam mengorganisir para pedagang K5 untuk berjualan di bilangan jalan raya yang berada di komplek Galuh Mas tersebut. 

Walhasil, para PKL pun asik melakukan usahanya dengan omzet yang sangat lumayan. Rutinitas belanja di jalan raya Galuh pada setiap minggu pagi pun, menjadi tradisi dan kebiasan masyarakat Karawang.

Meski demikian, karena adanya kebijakan baru dari pihak pengembang PT. Galuh Mas, dalam rangka mengurangi kemacetan dan karena alasan ketertiban, maka mulai 1 Juni 2014, pengembang tidak lagi mengijinkan aktifitas perdagangan di jalur ini secara total. 

“Penghentian ini telah diinformasikan sejak sebulan yang lalu, yaitu sejak 1 Mei 2014”, jelas Kono, salah seorang anggota Satpol PP Karawang, yang melakukan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan adanya PKL nakal yang mencoba mendirikan tenda jualan di komplek tersebut.

Patroli yang digelar satuan polisi pamong praja kabupaten Karawang ini, melibatkan 4 unit mobil patroli dan  1 unit mobil dalmas.  Patroli dimulai pukul 21.00 wib hingga pukul 05.00 wib dini hari.

Cabuli ABG, Penjaga Kolam di Penjarakan

Subang - Pria beranak satu ini memang seleranya ABG alias Anak Baru Gede, tak tanggung-tanggung korbannya masih dudu di bangku SMP. Mulanya sih biasa saja tapi lama kelamaan karena hasrat birahi pelaku yaitu BP (Bona Permana) (40) mulai memuncak yaitu terangsang saat sering melihat buah dada korban Bunga (Istikasari) (15), maklum keduanya masih satu kampung di Purwadadi.

Singkatnya di akhir bulan Januari, pelaku mendatangi rumah korban berpura-pura meminjam charger dan mengajaknya untuk mendatangi kolam karena pelaku bekerja sebagai penjaga kolam milik orang lain, di tempat ini korban diberi minuman yang terasa sangat menyegarkan tetapi malah membikin pusing yang meminumnya.

Korban disuruhnya tidur di saung yang dibawahnya ada kolam, mulanya korban dirayunya dengan rayuan pulau kelapa melambai-lambai saat pelaku mengajak begituan, tentu saja permintaan itu ditolaknya oleh korban. Tetapi dengan pengalamannya akhirnya benteng pertahanan korban runtuh juga tetapi secara perlahan tapi pasti, mulanya korban diciumi terlebih dahulu kemudian tangannya menjelajahi bukit kembar dan terus menelusuri lembah ngarai.

Celana korban dibukanya secara perlahan begitu juga celana milik pelaku dan akhirnya mahkota Bunga berhasil direnggutnya, pelaku melakukan gerakan naik-turun dan sampai pada puncaknya, saat itulah senjata pelaku memuntahkan pelurunya di luar lembah ngarai. Usai itu pelaku disuruhnya untuk istirahat dan saat akan pulang diberinya uang jajan Rp 50 ribu.Tetapi pelaku nitip pesan "Jangan bilang ke mama ya", pintanya.

Perbuatan itu dilakukan sebanyak empat kali masih di tempat yang sama pada bulan berikutnya dan pelaku selalu menyelipkan uang sekedar buat jajan, perbuatan pelaku terbongkar juga setelah salah seorang keluarganya sebut saja Yana melihat perubahan pada Bunga yaitu menjadi pemurung, setelah didesak oleh Yana akhirnya keluarlah pengakuan Bunga yang sejujurnya. Kejadian ini oleh Yana diceritrakan kepada kedua orangtuanya. Tak terima anaknya diperlakukan demikian orangtua Bunga melaporkannya ke Mapolres.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui KBO Reskrim Iptu Jusdijachlan saat dikonfirmasi,"Terhadap pelaku dikenakan tuduhan berlapis yaitu tentang pencabulan dan perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman di atas lima tahun Penjara," Tukasnya (sin)
Friday, June 5, 2015

Ini Hasil RDP Komisi II DPR Dengan KPU


Jakarta - Komisi II DPR telah menyelesaikan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terdapat tiga butir kesimpulan RDP yang dibacakan Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/5).

Pertama, Komisi II memberikan catatan yang sangat serius terkait pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2014.  Pileg dianggap masih banyak kecurangan serta politik uang yang masif dan sistematis di beberapa daerah, termasuk penyelewengan terhadap peraturan perundang-undangan pemilu. Apabila terdapat perangkat KPU yang terbukti melakukan kecurangan dan pelanggaran, Komisi II meminta KPU mengambil langkah tegas dan meindaklanjutinya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kedua, Komisi II meminta kepada KPU untuk memberikan laporan secara lisan dan tertulis. Laporan itu wajib menjelaskan secara keseluruhan pelaksanaan pileg 2014 dengan rinci, komprehensif dam objektif yang dapat meyakinkan Komisi II.

“Ketiga, dalam rangka pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014, Komisi II meminta kepada KPU untuk mempersiapkan dan membenahi perangkatnya secara maksimal, guna menghindari kecurangan dan potensi konflik yang mungkin akan terjadi, serta dilaporkan kepada Komisi II untuk dibahas pada RDP selanjutnya,” kata Arif. [Yudha]